Pengertian Wisata Halal Lengkap2

Pengertian Wisata Halal Lengkap

Selama ini mungkin Anda kerap mendengar kalimat “wisata halal”, namun sudahkah Anda paham dengan definisi kalimat tersebut? Secara umum pengertian wisata halal ialah wisata yang mengutamakan unsur kehalalan beberaa aspek yang berkaitan dengan kegiatan wisata.

Halal yang dimaksud mencakup segala sesuatu yang dipakai ilaah fisik dan batin manusia, yang pastinya bebas dari bahaya. Umumnya halal harus meliputi beberapa hal seperti makanan, harta, minuman, obat-obatan, kosmetik serta penanganan terhadap sebuah kondisi.

Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan jika wisata halal sangat berkaitan dengan penyediaan tujuan wisata yang halal, mulai dari hotel atau penginapan, makanan, serta destinasi objek wisata yang akan dikunjungi.

Standar halal yang digunkan telah diukur mellaui prosedur dan memenuhi sertifikasi halal. Halal itu baik serta terjamin keamanannya dari bahaya sehingga wisata halal sangat direkomendasikan bagi semua orang, tanpa memandang agama yang dianutnya.

 

Trend Wisata Halal Mulai Booming

Trend wisata halal ini mulai booming ketika banyak wisatawan muslim yang datang ke negeri dengan penduduk mayoritas non muslim. Mereka yang datang kesini kerap kali mengalami kesulitan untuk mendapatkan makanan halal serta melakukan badah.

Penyediaan wisata halal oleh negara yang mayoritas penduduknya menganut agama non Islam adalah sebuah peluang bisnis yang begitu menjanjikan. Hal ini karena semakin tingginya minat umat muslim menjelajah dunia, termasuk negara-negara minoritas.

Pengembangan wisata halal ini bukan hanya berbasis pada restoran atau tempat makan yang menawarkan menu halal saja, semisal tidak menggunakan bahan babi pada makanan (baik daging maupun minyak), tidak menyedakan alkohol dan lain sebagainya.

Produk yang ditawarkan untuk wisata halal disini jangkauannya lebih luas, seperti menawarkan destinasi wisata yang memiliki fasilitas bagi umat muslim, khususnya tempat beribadah. Dengan begitu ketika wisatawan muslim mengunjungi tempat tersebut tak akan mengalami kesulitan untuk melakukan haknya beribadah.

 

Perbedaan Wisata Halal dengan Wisata Muslim

Perjalanan wisata halal harslah memperhatikan material serta cara penanganan yang halalan thoyiban (baik). Mulai dari pemilihan hotel, rumah makan dan aspek lain seperti destinasi wisata yang diperbolehkan oleh Islam.

Dalam perjalanan wisata halal, semua aspek yang baik harus diprioritaskan. Seperti memilih tempat makan yang tak menyediakan menu babi dan alkohol. Memilih hotel yang menawarkan fasilitas umum seperti sabun, shampoo dan lainnya yang tak mengandung bahan haram.

Tujuan dilaksanakannya perjalanan wisata halal ini adalah untuk melakukan perjalanan yang sesuai dengan syariat Islam. Dalam hal ini syariat digunakan untuk mengatur manusia dan semua aspeknya. Sementara halal digunakan untuk mengatur material serta seluruh penangangannya.

Sebagai contoh penggunaan dua kata tersebut adalah tidak ada kolam renang halal, namun yang ada kolam renang syariah. Kolam renang syariah merupakan kolam renang khusus wanita dengan kondisi tempat yang tertutup sehingga aurat wanita tak akan terlihat oleh lawan jenis dan tidak ada percampuran yang tidak halal.

Daya tarik dari wisata halal ini adalah bisa diikuti atau dilakukan oleh siapa saja tanpa memandang agama, baik muslim maupun non muslim.

Sedangkan wisata muslim adalah wisata yang hanya diperuntutkan bagi umat muslim. Tentunya wisata muslim harus memenuhi ketentuan dan syarat wisata halal, mulai dari tempat peristirahatan, makanan serta destinasinya.

Disini sudah jelas apa perbedaan dari wisata halal dan wisata muslim, yakni pada pesertanya. Sementara untuk ketentuan wisatanya tak ada perbedaan yang menonjol, karena semuanya harus memperhatikan aspek halalan thoyyiban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *