tata cara umroh sesuai sunnah 2

Tata Cara Umroh Sesuai Sunnah

Sebagai kiblat bagi umat muslim, tanah suci Mekkah memiliki daya tarik tersendiri. Keinginan untuk bisa mengunjunginya seakan selalu terbesit di dalam benak setiap muslim. Bahkan bagi mereka yang sudah pernah berkunjung ke tanah suci pasti selalu merindukan tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW ini.

Dalam Islam pun setiap umat yang mampu secara fisik dan finansial diwajibkan untuk menjalankan ibadah haji. Sayangnya sekarang ini antrian ibadah haji begitu panjang, di beberapa daerah bahkan sudah mencapai 20 tahun.

Sebagai obat rindu terhadap tanah suci, umroh menjadi pilihan terbaik yang bisa Anda lakukan. Meskipun merupakan ibadah Sunnah, namun umroh bisa menjadi solosi terbaik bagi Anda yang memiliki budget lebih dan selalu merindukan ketenangan beribadah di tanah suci.

 

Perbedaan Tata Cara Umroh dan Haji

Membicarakan tentang umroh, apakah tata cara umroh sesuai Sunnah sama dengan tata cara berhaji? Jawabannya tidak! Perbedaan ini sebenarnya hanya pada waktu serta tempat pelaksanaan ibadahnya saja.

Ketika menjalankan ibadah umroh, jamaah bisa menjalankan ibadah di kota Mekkah atau tepatnya di Masjidi Haram. Jamaah pun bisa melaksanakan umroh sewaktu-waktu, setiap tahun, setiap bulan bahkan setiap hari, kecuali pada waktu-waktu yang dilarang. Sementara untuk ibadah haji sendiri bisa dilaksanakan ketika memasuki 1 Syawal sampai 13 Dzulhijjah.

Selain itu perbedaan lain ada pada tata cara pelaksanaanya. Para jamaah umroh tidak harus pergi ke Arah, MUzdalifah dan Mina. Sedangkan jamaah haji harus pergi ke tiga tempat tersebut sebagai pemenuh rukun haji.

Jika dilihat dari segi jumlah serta jeis ibadah juga ada banyak perbedaan. Untuk pelaksanaan umroh, jamaah hanya harus melakukan ihram dan niat, kemudian thawaf, sai serta tahallul. Yaitu selesainya melaksanakan sai maka harus melakukan tahallul dengan cara menggunting rambut atau mencukurnya gundul.

Sementara untuk ibadah haji dilakukan dengan irham dan niat, kemudian thawaf, sai serta tahallul dan ditambah dengan wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah serta melempar jumroh dan mabit di Mina.

Kemudian untuk waktu terlarang melaksanakan umro ialah pada tanggal 10 zulhijjah serta hari-hari tasyrik yakni pada tanggal 11,12,13 zulhijjah.

 

Tata Pelaksanan Ibadah Umroh

Tata cara umroh sesuai sunah dimulai dengan membaca niat serta mengenakan pakaian ihram dan miqat-miqat yang sudha ditentukan. Miqat ialah garis start seorang jamaah yang akan melaksanakan ibadah umroh. Dengan kata lain, miqat ialah tempat berihram (niat umroh) dan masukya seorang jamaah dalam pelaksanan umroh.

Berikut ini adalah tata cara pelaksanaannya secara rinci.1

  1. Dari bandara menuju miqat Masjid Dzulhulaifah atau yang lebih dikenal dengan sebutan Abyar ‘Ali.
  2. Mengenakan pakaian ihram dan tidak melakukan hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh jamaah umroh. Untuk pria dan wanita larangan yang berlaku tentunya berbeda.
  3. Menuju ke Masjidil Haram di Mekah, dalam perjalanan sebaiknya perbanyak membaca kalimat talbiyah.
  4. Melakukan thawaf dengan berwudhu terlebih dahulu. Untuk masuk ke masjidil haram diperbolehkan lewat pintu mana saja, namun lebih dianjurkan melalui pintu Babus Salam atau Bani Syaibah.
  5. Sholat 2 rakaat di depan Maqom Nabi Ibrhim, dianjurkan membaca surat Al-Kaafirun pada rakaat pertama dan surat Al-Ikhlas pada rakaat kedua.
  6. Beristirahat sejenak sembari meminum air zam-zam dan tentunya diawali dengan membaca doa.
  7. Melakukan sai antara Safa hingga Marwah 7 kali bolak-balik.
  8. Melakukan tahallul atau mencukur rambut, untuk pria lebih dianjurkan sampai gundul.

Itulah tata cara umroh, Anda dapat meniru semua yang dilakukan Rasulullah ketika menjalankan ibadah umroh agar mendapatkan inti yang lebih mendalam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *